Pahala Berkurban

Asslamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah salam sejahtera buat teman-teman semua yang mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah Swt,(amin)
Alhamdulillah segala puji dan rasa syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt,yang telah memberikan berbagai rahmat dan karunianya sehingga kita semua masih dapat menghirup udara yang segar ini,,

Sholawat teriring salam tak lupa kita curahkan kepada Baginda Alam yang telah merubah dunia ini dari zaman kegelapan sehingga menjadi zaman yang terang benderang seperti sekarang ini.
Beliau ialah Baginda Nabi besar Muhammad Saw,beserta para keluarganya,para sahabatnya para pengikutnya dan kita selaku umatnya yang setia hingga Akhir Zaman..(Aamiin)

Alhamduillah tak terasa setelah kita sudah melewati Hari Raya Idul Fitri yang penuh dengan kesucian,maka sebentar lagi kita semua sesama umat muslim diseluruh penjuru dunia akan menyambut hari yang bersejarah di peradaban Islam Dimasa lalu,dimana pada masa itu Nabi Ismail AS lah yang berperan dalam peristiwa ini,dengan keyakinan beliau,dengan keikhlasan beliaulah beliau rela untuk disembelih oleh ayahandanya sendiri yaitu Nabi Ibrohim AS atar perintah Allah SWT,maka pada saat itu terjadilah peristiwa Idul Qurban atau yang biasa dikenal sebagai IDUL ADHA,,
dimana Allah SWT memerintahkan kepada umatnya agar dihari itu bagi umat manusia yang memiliki Rezeki yang lebih,hendaknya mereka memberikan sebagian Rezeki itu untuk di Qurbankan dengan tujuan untuk memberikan Dagingnya kepada saudara-saudaranya yang kurang mampu..

Dan niscaya barang siapa yang menyisakan sebagian hartanya untuk dibelikan hewan Qurban dihari Raya Idul Adha,maka Allah SWT akan menjajikan hewan Qurban itu akan menolong diri kita di Akhirat nanti untuk menjadi kendaraan kita dengan lebih mudah menuju Allah SWT dengan lebih mulia di Hadapan Allah SWt,,
( Subhanallah ) Begitu besarnya pahala Qurban.

Simak Pahala Qurban yang lebih lengkap di bawah ini :

Dalam satu riwayatnya, Imam Ahmad meriwayatkan perihal turunnya ayat di atas, shahabat Anas bin Malik telah berkata: Suatu ketika Rasul sedang berbaring istirahat. Tiba-tiba beliau terbangun dan tersenyum. Melihat tingkah Rasul demikian, para shahabat yang pada saat itu berada di sekelilingnya bertanya, “Mengapa engkau tersenyum, wahai Rasulullah?” Rasul kemudian menjawab, “Baru saja, Allah telah menurunkan sebuah surat kepadaku.”

Rasulpun membacakan surat yang dimaksud hingga selesai. “Apakah kalian mengerti apa yang disebut dengan al-kautsar itu?” kata Rasul memberikan pertanyaan kepada para shahabat yang hadir pada saat itu. “Allah dan Rasulnya yang lebih tahu,” jawab para shahabat. Rasul menjelaskan, “Al-Kautsar adalah sebuah sungai di surga yang memiliki banyak kebaikan, dan telah Allah berikan kepadaku.”

Dalam riwayat lain, Rasul juga mengilustrasikan al-kautsar sebagai “sungai di surga yang tepiannya dikelilingi oleh emas, airnya mengalir di atas permata. Air sungai itu lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Makna ‘al-kautsar’ menurut sebagian ahli tafsir adalah sebuah simbol dari sebuah kebaikan dan kenikmatan yang berlimpah yang akan Allah berikan pada kepada hambanya, baik di dunia maupun di akhirat. Nikmat itu akan diberikan kepada hamba-Nya yang mau beribadah dengan ikhlas, menjalankan shalat lima waktu beserta sunnat rawatibnya, mau berkurban hanya untuk Allah, dan tidak menyekutukan-Nya.

Itulah kemudian, mengapa Allah Ta’ala melanjutkan ayat ‘Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga’ dengan ayat ‘maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah’. Ayat pertama pada surat di atas merupakan konpensasi dari ayat kedua dan memiliki hubungan timbal balik.

Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada siapa saja yang beribadah dan menjalakan perintah serta menajauhi larangan-Nya. Atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan, seseorang harus bersyukur. Syukur yaitu menggunakan nikmat yang telah Allah limpahkan sesuai dengan jalan yang Ia kehendaki, yang semuanya berujung pada satu titik yaitu, ibadah.

Kurban, seperti yang diperintahkan oleh Allah dalam ayat di atas, hendaknya tidak hanya sebagai ritual simbolis, tetapi memiliki makna yang lebih luas, yaitu jiwa berkorban, kesalehan sosial, serta menajamkan mata hati kita untuk jeli melihat saudara-saudara kita yang di bawah kita.

Dalam satu Hadisnya, Rasulullah menggambarkan balasan orang yang berkurban, “Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada hari raya haji selain berkurban. Sesungguhnya orang yang berkurban akan datang pada hari kiyamat dengan membawa tanduk, bulu, dan kuku binatang kurban itu. Dan sesungguhnya darah kurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari pada (darah itu) jatuh ke bumi. Maka sucikanlah dirimu dengan berkurban.” (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Allah A’lam..

Maka dari itu,,ayoo bagi umat muslim yang berkecukupan dengan rezekinya,marilah jangan sayang-sayang kita membelikan hewan Qurban untuk digaikan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu agar mereka juga merasakan apa yang kita rasakan dan untuk bekal kita menuju pangkuan Allah SWT.

Dan niscaya rezeki yang kita dapatkan atau kita miliki bukan sepenuhnya milik kita pribadi melainkan sebagian adalah milik saudara-saudara kita yang mungkin tidak seberuntung kita.

Dengan kisah ini semoga dapat menjadi pembuka hati kita betapa besarnya pahala Qurban yang mungkin selama ini kita tidak menyadarinya.

Sumber : Pahala Qurban

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

” SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432.H  “

Sucikan Harta dengan Ber’qurban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s